Friday, May 17, 2013

minggu-minggu yang berat

Minggu-minggu ini adalah minggu yang berat bagi kami sekeluarga.
Pada hari minggu siang tepatnya tanggal 5 mei 2013 badan Ngurah terasa agak hangat.
Rasa hangat ini memang sudah mulai terasa sejak pagi hari sehabis mandi,namun bisa turun setelah terus di beri minum .
Lewat jam 1 saat ibunya pergi ke cemagi membawa sesuatu,badan ngurah makin panas.
Setelah di cek ternyata panasnya sudah mencapai 38 derajat.
sirup termorex yang memang di persiapkan untuk hal seperti ini pun di berikan kepada ngurah. Di pangku kakeknya ngurah minum obat.

Ternyata kakeknya pun badannya terasa hangat,awalnya di kira panas biasa ternyata makin sore panasnya makin tinggi.

Badan ngurah juga makin sore panasnya makin tinggi.
Sekitar jam 7 malam karena suhu badannya terus naik,maka kami pun membawa ngurah ke bidan,sementara kakeknya di beri obat sama kakak yang seorang perawat.

Di tempat bidan bu desak ternyata pasiennya cukup ramai,ngurahpunmulai rewel.
Bu desak berbaik hati memberi kebebasan masuk mendahului pasien yang lain, Setelah di periksa sebentar akhirnya ngurah di beri 2 macam obat sirup coldrexin dan amoxilin.

Sesampainya di rumah kedua obat pun di berikan sama ngurah. Tunggu di tunggu ternyata suhu badannya tidak juga turun turun.
Bahkan di tengah malam suhu badannya mencapai 39,9 derajat.
Kontan saya panik,segala macam cara di pakai mulai dari diurut pakai bawang merah sampai nunas ica ring merajan.

Untungnya ngurah cukup tangguh melawan sakitnya.
walaupun suhu badannya tinggi dia tidak menangis atau rewel.
Walau begitu tetap saja kami orang tuanya jadi panik.

Sementara kakeknya sendiri ternyata juga mengalami panas yang cukup tinggi.
Konsentrasi pun terbelah..semua obat tidak mempan untuk menurunkan panasnya....

Besok harinya Ngurah kami ajak ke Puskesmas Tumbak Bayuh,kakeknya sendiri juga ikut diantar sama kakak.
Setelah di cek ternyata badannya masih panas,lalu oleh bidan di beri obat penurun panas lewat dubur.

Sesampainya di rumah panasnya bukannya turun malah dia jadi BAB, Memang ngurah juga tidak BaB selama hampir 3 harian.

Menjelang siang suhu badanNya masih di seputaran 38 dan 39 derajat.
kakeknya juga panasnya tidak mau turun turun.

Saat malam panas ngurah kembali tinggi,obat tetap di beri walau kadang di muntahkan. Panasnya turun paling rendah di angka 38 derajat,hal yang sama juga terjadi sama kakeknya.
kakeknya juga harus dipasangin infus oleh kakak untuk menjaga asupan cairan

Di Hari ketiga kakeknya kembali ke Puskesmas dan kali ini di rujuk ke rumah sakit Umum daerah Badung di Kapal.
sementara ngurah di suruh kontrol di hari ke empat.

Ternyata setelah cek darah kakeknya positif DBD dengan trombosit di bawah 50000.dia pun di haruskan opname dirumah sakit.
karena Rumah sakit Kapal sudah penuh dengan terpaksa kakek di rujuk di Rumah Sakit Bakti Rahayu.

Sementara di hari ke 3 suhu badan Ngurah sudah mulai turun. Ini tepatnya terjadi jam 10 pagi setelah di beri obat paginya.
walau suhu badannya sudah turun tapi dia masih terlihat lemas.
saya pun jadi khawatir karena Saya pernah baca apabila panas pada penderita DBD sudah turun itu malah masuk pada fase kritis dan harus dirawat di rumah sakit.

menjelang Sore ngurah sudah mulai terlihat aktif,malamnya juga di bisa tidur dengan nyenyak walau badannya malah terasa sangat dingin.
saya pun bergadang hampir semalaman untuk memantau kondisi ngurah.

esok paginya di hari keempat ngurah kembali kontrol di puskesmas, Lagi lagi dokternya bilang tidak apa apa, Sebenarnya ada rasa sedikit kecewa juga kenapa dokternya tidak melakukan cek periksa secara teliti,hanya pake stetoskop dan termometer. Ciri ciri fisiknya tidak ikut diteliti. Terlihat dokter meremehkan penyakit ini walau saya sudah bilang kalau kakeknya sudah positif DBD.

Di hari ke 5 keadaan ngurah sudah semakin membaik,dia sudah mulai ceria tidak lemas lagi seperti 2 hari yang lalu ,perasaan jadi lumaya lega,

Namun perasaan lega itu tidak bertahan lama.,esok paginya neneknya mengeluh sakit panas.
pantesan tumben bangunnya lebih siang padahal kemarin bangunnya jam 4 pagi dan sempat memasak .
karena saya harus ke rumah sakit menjaga kakek maka hari itu di rumah tidak ada yang memasak.

Keesokan harinya Neneknya Di ajak ke rumah sakit untuk cek darah,saat itu trombosiTnya masih tinggi yaitu di angka 195 ribu
diapun dirawat di rumah.dengan juga dipsangin infus.

bersambung..

0 comments:

Post a Comment

 
;